Nderes Yuk!


Oleh : M.Lutfi Abdul Aziz

Ritual Nderes ini mungkin tidak asing lagi di telinga kita, apalagi di kalangan Santri yang setiap harinya di nasehati oleh para Senior dengan kata-kata yang simpel tapi mengandung berjuta makna yaitu "sing akeh nderese ya cung!".

Secara lughot Nderes di ambil dari peralihan bahasa " darosa - yadrusu - darsan" kemudian di alih ke dalam bahasa jawa menjadi Ndres yang bermakna mempelajari.
Sedangkan secara istilah Nderes bisa di artikan mengulang sesuatu yg telah di pelajari agar mampu di pahami secara mendalam. Ndres ini sangatlah penting, kenapa? karna apabila kita melalaikan kegiatan ini sangat sulit dan bahkan mustahil untuk memahami sesuatu pelajaran dengan baik.

Seseorang yang sering membolak balik pelajaran saja kadang masih mempunyai kendala untuk menyerap isi kandungan nya, bisa di bayangkan bagaimana orang yang enggan sama sekali menyentuh buku pelajaran?. Bagi sebagain orang kegiatan ini adalah yang paling membosankan , bahkan ada yg berfatwa "Ndreres adalah obat tidur paling ampuh ketika anda dilanda Insomnia , karena seketika anda Ndres rasa kantuk langsung menghujani kepala anda".
Akan tetapi sebenernya nderes adalah hal sangan menyenangkan apabila kita menerapkan system yang tepat seperti memilih waktu yg pas, kemudian dalam kondisi mood yang sesuai, hingga memilih tempat yang nyaman agar ilmu yang di pelajari bisa mudah di fahami.

Setiap orang memang berbeda-beda dalam menentukan sistem Nderes yang tepat, namun dalam berbagai sumber waktu Nderes yg paling tepat ialah pada malam hari sebelum tidur dan pagi hari setelah subuh, karena pada waktu-waktu itu otak kita dalam keadaan tenang tidak terbebani dengan fikiran-fikiran yang lain yang diharapkan bisa mendatangkan fokus yang maksimal. Tahukah kalian?
Baca juga : Proses Pelaksanaan Idaroh Pesantren Kempek
Nderes adalah hal dimana otak menyusun kembali sesuatu yang pernah di pelajari. Otak kita memiliki ratusan Neuron atau sel otak yang saling berhubungan, maka Nderes bisa menciptakan dan memperkuat jalan dan impuls-impuls listrik menempuh Neuron-neuron ini.
Tapi diantara tiap hubungan otak kita ada celah kecil yang di sebut Sinaps. Setiap kita belajar hal baru , sinyal listrik itu harus melompati celah ini untuk melanjutkan perjalanan nya. Celah antara kedua sel itu sangat kecil, tapi itu tak berarti sinyal langsung berjalan dari sisi satu ke sisi lainnya.

Bagi kita seperti menyebrangi jurang yang dalam, dan menempuh dari sisi ke sisi yang lain dapat menunjukan sesuatu tentang kita belajar.



Pertama kali sinyal menyebrang dari satu sel otak ke sel yang lain menuntut upaya yang sangat keras, dan sama hal nya ketika kita menyebrangi jurang. Perjalanan menyebrang pertama adalah yang hal paling sulit. setelah sekali menyebrangi jurang, perjalanan menyebrang makin lama makin mudah.

Sama halnya ketika mempelajari sesuatu, memulai belajar memanglah sulit tetapi begitu sinyal terus menerus menyebrangi sel otak, kita membentuk jalanan yang lebih solid. Ketika kita menyebrang terus menerus usahanya kian tak berarti kita dapat melakukan kapanpun kita mau.

Maka tak heran kenapa kita di hantam dengan kata-kata "sing akeh nderese ya cung!". Karna ketika kita melakukannya terus menerus maka tiada artinya lagi jurang yang sangat dalam karna sudah terbentuk jembatan yg mampu kita lewati kapanpun kita mau, Ayo Nderes! :).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel